Rabu, 24 Januari 2018

Cara mengobati kaki Kenari yang bengkak dan jamuran

Kenari termasuk burung yang memiliki kulit sangat sensitif terutama pada gigitan nyamuk, dan seringkali kita dapati Kenari yang kakinya benjol akibat digigit nyamuk. Selain sensitif terhadap gigitan nyamuk, kaki Kenari juga sangat rentan terserang jamuran.

Umumnya gigitan nyamuk tidak terlalu berpengaruh pada kondisi kesehatan Kenari, tapi pada beberapa kasus akan muncul bintik-bintik merah/iritasi pada kaki Kenari akibat gigitan nyamuk, dan lama-kelamaan akan menyebabkan kaki Kenari menjadi bengkak sehingga sangat mengganggu aktivitas keseharian Kenari.

Untuk mengobati kaki Kenari yang bengkak akibat gigitan nyamuk atau yang terkena penyakit jamuran sebetulnya cukup mudah, cukup menggunakan Minyak tawon atau Minyak kayu putih yang biasa kita pakai.

Caranya cukup dengan mengoleskan Minyak tawon atau Minyak kayu putih pada bagian tubuh yang terkena gigitan nyamuk atau yang jamuran. Olesi secukupnya saja sampai merata pada bagian kaki yang digigit nyamuk, dan untuk kaki yang jamuran, olesi seluruh bagian kaki sampai merata sambil dipijit-pijit untuk melepas bagian sisik/kerak yang ada pada kaki Kenari.

Lakukan pengobatan setiap hari sampai kaki Kenari yang bengkak tersebut benar-benar sembuh. Sebaiknya pengobatan dilakukan pada sore hari ketika Kenari akan tidur agar lebih efektif.

Untuk mencegah agar Kenari tidak digigit nyamuk, sebaiknya pada malam hari sangkarnya dikerodong agar nyamuk tidak bisa masuk kedalam sangkar.

Selain berfungsi untuk melindungi burung dari gigitan nyamuk, kerodong juga bermanfaat untuk melindungi burung dari cuaca dingin.

Untuk mencegah kaki Kenari agar tidak jamuran, kebersihan sangkar dan plangkringan harus diperhatikan, dan pada saat memandikan Kenari sebaiknya semprot bagian kakinya sampai bersih dari kotoran yang menempel.

Baca juga:

Pengobatan katarak pada burung dengan cara alami

Ciri-ciri burung cacingan dan pencegahannya

Cara mencegah dan mengobati kutuan pada burung kicau

Demikian sedikit informasi tentang "Cara mengobati kaki Kenari yang bengkak dan jamuran". Untuk informasi lain seputar Kenari, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kaki Kenari jamuran

Senin, 22 Januari 2018

Pengobatan katarak pada burung dengan cara alami

Katarak merupakan salah satu penyakit pada mata burung yang awalnya berupa flek putih dengan ukuran kecil yang lama-kalamaan akan semakin melebar jika tidak segera di obati, dan akibatnya burung akan mengalami kebutaan bahkan kematian.

Penyebab katarak bisa bermacam-macam, bisa karena faktor internal, misalnya dari pengaruh makanan yang dikonsumsi atau faktor genetik, dan juga faktor eksternal, misalnya mata burung sering terpapar cahaya yang terlalu silau.

Dari faktor makanan, banyak yang menganggap jika pemberian ulat hongkong (UH) yang terlalu berlebihan menjadi salah satu penyebab timbulnya katarak pada mata burung.

Sedangkan dari faktor eksternal, banyak yang menganggap penempatan burung yang tidak tepat ketika dijemur atau digantang pada tempat yang terlalu dekat dengan cahaya silau, baik itu cahaya Matahari atau cahaya lampu adalah salah satu penyebab timbulnya katarak pada mata burung.

Pencegahan dan penanganan katarak pada burung kicau:

Pencegahan:

• jangan menggantang burung di tempat yang dekat dengan cahaya langsung atau pantulan cahaya yang menyilaukan mata, misalnya di dekat tembok yang berwarna cerah/mencolok yang berpotensi memantulkan sinar Matahari.

• Jangan menggantang burung terlalu dekat dengan lampu pada malam hari, karena akan membuat mata burung silau dan jika hal ini berlangsung dalam waktu yang lama maka bisa menyebabkan mata burung terkena katarak.

Pengobatan:

• Menggunakan Propolis

Propolis adalah suatu zat yang dihasilkan oleh lebah madu yang dikumpulkan dari pucuk daun-daun muda dan dicampur dengan air liur lebah. Propolis digunakan oleh lebah untuk menambal dan mensterilkan sarangnya dari serangan virus, bakteri, jamur, dan lainnya.

Propolis banyak digunakan sebagai solusi alternatif alamiah untuk penyembuhan dari berbagai macam penyakit pada Manusia, bahkan untuk hewan juga bisa termasuk untuk mengatasi atau mengobati penyakit pada burung kicau.

Berikut ini adalah kelebihan pemakaian Propolis dibanding obat-obatan kimia:

- Propolis adalah bahan murni yang berasal dari alam sehingga tidak ada efek samping dan cocok untuk segala jenis burung kicauan.

- Penyembuhan penyakit pada burung kicau dengan propolis bersifat luar-dalam dan menyeluruh, sehingga akan menghemat biaya karena 1 obat bisa digunakan untuk segala jenis penyakit, baik penyakit luar maupun penyakit dalam.

Cara pemakaian Propolis pada burung kicau:

- Untuk penyembuhan mata burung yang terkena katarak bisa menggunakan 1 tetes Propolis yang dicampur dengan 5-7 tetes air bersih kemudian teteskan pada mata burung yang sakit sebanyak 1 kali sehari dan sisanya bisa dipakai untuk hari berikutnya sampai habis.

• Menggunakan bunga Kitolod

Tanaman kitolod semakin populer setelah teruji berhasil menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang berhubungan dengan mata.

Tanaman ini sebetulnya adalah tanaman liar yang biasa tumbuh di pinggir selokan, sungai, dan disela-sela bebatuan yang lembab. Tanaman ini juga dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Tanaman Kitolod Sudah lama digunakan oleh masyarakat pedesaan dengan cara memetik bunganya pada pagi hari ketika bunga masih berembun.

Embun yang menempel pada bunga Kitolod tersebut kemudian diteteskan pada mata sebagai obat gangguan mata. Sebenarnya, tujuan pemberian obat tetes kitolod adalah untuk membersihkan dan membuka lapisan (kotoran) yang menempel pada kornea mata.

Sedangkan untuk mengobati katarak pada burung, caranya dengan mengambil beberapa tangkai bunga kitolod lalu diperas dan diambil airnya, air perasan ini bisa disimpan dalam wadah bekas obat tetes mata atau bisa juga disimpan dalam wadah lainnya.

Air perasan dari bunga Kitolod tadi bisa langsung diteteskan pada mata burung yang terkena katarak dua kali sehari, yaitu satu kali pada sore hari menjelang burung istirahat dan satu kali pada pagi harinya.

Agar lebih maksimal, setelah ditetesi air perasan bunga kitolod, mata burung  juga bisa dikompres menggunakan seduhan air daun sirih atau bunga melati, kemudian lakukan pemijatan dengan lembut pada bagian sekitar mata yang terkena penyakit katarak.

Lakukan pengobatan tersebut secara rutin sampai penyakit katarak pada mata burung tersebut benar-benar sembuh.

Baca juga:

Cara mengobati serak pada Cucak ijo (CI)

Penyebab dan cara mengatasi Kacer nyilet

Tips untuk mengatasi Murai Batu (MB) kanibal/cabut bulu

Demikian sedikit informasi tentang "Pengobatan katarak pada burung dengan cara alami". Untuk informasi lain seputar burung kicau, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Bunga Kitolod dan Propolis

Minggu, 21 Januari 2018

Perawatan harian burung Rambatan agar rajin bunyi

Burung Rambatan adalah salah satu jenis burung pemakan serangga. Burung ini memiliki kebiasaan yang sama dengan burung Pelatuk, yaitu merambat dibatang-batang pohon untuk mencari makanan berupa ulat-ulat kecil disela-sela kulit kayu, dan kerena kebiasaannya itulah maka burung ini dinamakan Rambatan.

Burung Rambatan memiliki suara yang khas, yaitu suara tembakan panjang yang nyaring serta crecetan-crecetan tajam yang menjadikan burung ini banyak dipelihara untuk dijadikan sebagai burung masteran.

Burung Rambatan yang bisa gacor dengan suara-suara tembakan dan crecetannya yang khas adalah yang berkelamin jantan.

Dan berikut ini beberapa ciri perbedaan antara burung Rambatan jantan dan betina:

Ciri-ciri burung Rambatan jantan:
• Postur tubuh lebih besar.
• Suara kicauan lebih variatif dan lebih nyaring.
• Warna bulu lebih jelas dan terang.
• Yang paling mencolok adalah terdapat garis hitam terang diatas mata (alis) pada burung jantan.

Ciri-ciri burung Rambatan betina:
• Postur tubuh lebih kecil.
• Suara monoton dan tidak senyaring burung Rambatan jantan.
• Warna bulu lebih kusam/pudar.
• Tidak terdapat garis hitam diatas matanya.

Perawatan harian untuk burung Rambatan agar rajin bunyi:

• Pakan

Berikan voer sebagai pakan utamanya, bisa diberikan voer halus atau voer kasar tergantung kebiasaan.

• Ekstra fooding (EF)

Berikan Jangkrik sebanyak 3/3 pagi/sore, ulat hungkong (UH) 10/10 pagi/sore, atau jika tidak ada ulat hongkong bisa diganti dengan ulat kandang (UK) sebanyak satu sendok teh pagi/sore, dan kroto bisa diberikan 3 hari sekali agar burung lebih gacor.

• Mandi

Mandikan burung Rambatan dua hari sekali dengan cara disemprot halus menggunakan sprayer.

• Jemur

Penjemuran cukup dilakukan selama setengah jam sampai satu jam saja setiap harinya karena burung ini menyukai suhu yang dingin atau sejuk.

• Kandang

Untuk kandangnya sebaiknya menggunakan kandang besi/kandang kapsul yang biasa digunakan untuk burung Lovebird (LB) atau menggunakan kandang dari kawat ram agar tidak hancur dipatuki, karena burung Rambatan memiliki paruh yang tajam dan keras yang biasa digunakan untuk mematuki batang pohon untuk mencari makanan, sehingga jika memakai kandang kayu akan cepat rusak karena dipatuki.

Tempatkan sebuah batang kayu yang cukup besar didalam kandangnya sebagai tempat bertengger sekaligus untuk dipatuki seperti kebiasaannya di alam bebas yang selalu merambat dibatang-batang pohon sambil mematukinya untuk mencari makanan berupa ulat-ulat kecil yang terdapat disela-sela kulit pohon.

Baca juga:

Tips perawatan burung Pelatuk Bawang agar gacor untuk masteran

Kelebihan dan kekurangan Cucak jenggot vs Kapas tembak

Perawatan yang tepat untuk Tengkek Buto

Demikian sedikit informasi tentang "Perawatan harian burung Rambatan agar rajin bunyi". Untuk informasi lain seputar burung Rambatan, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Burung Rambatan

Kamis, 18 Januari 2018

Keistimewaan Murai Batu (MB) blorok

Istilah blorok pada awalnya adalah sebutan untuk ayam kampung yang memiliki beberapa macam warna bulu. Tapi istilah blorok saat ini juga sering dipakai untuk menyebut seekor burung yang memiliki warna bulu tidak lazim seperti pada umumnya (tidak normal).

Jika blorok pada ayam kampung merupakan hal yang wajar dan bukan merupakan sesuatu yang istimewa, lain halnya jika blorok tersebut terjadi pada seekor burung kicauan, karena hal itu merupakan kejadian yang tidak lazim dan burung yang memiliki warna bulu blorok dianggap istimewa dan harganya bisa lebih mahal dari burung yang memiliki warna bulu normal.

Kenapa burung yang memiliki bulu blorok bisa berharga fantastis..?? Apa sebetulnya keistimewaan dari burung dengan warna bulu blorok..??

Artikel On Kicau kali ini akan membahas tentang keistimewaan Murai Batu (MB) blorok yang fenomenal dan berharga fantastis.

Murai Batu (MB) normalnya memiliki warna bulu hitam pada bagian kepala, punggung sampai pada bagian ekornya, serta warna coklat kemerah-merahan dari bagian dada sampai pada bagian kloaka, sedangkan warna putih terdapat di bagian bawah ekor dan bagian punggung bawahnya.

Penampilan fisik Murai Batu (MB) blorok bagi sebagian orang merupakan hal yang menarik, karena kelainan warna tersebut merupakan kejadian yang sangat langka dan dianggap unik, sehingga karena keunikan dan kelangkaannya tersebut Murai Batu (MB) blorok dihargai sangat mahal.

Tapi bagi sebagian orang lainnya, Murai Batu (MB) blorok justru dianggap tidak bagus karena warna bulu blorok tersebut merupakan sebuah kelainan yang menyebabkan sebagian bulu-bulunya tidak memiliki pigmen warna. Warna bulu yang tidak beraturan tersebut dianggap mengurangi keindahan dan kegagahan dari Murai Batu (MB) tersebut.

Sebetulnya tidak ada yang istimewa dari Murai Batu (MB) blorok secara kualitas. Keistimewaan Murai Batu (MB) blorok hanya karena di anggap unik dan langka karena warna bulunya tidak sama dengan Murai Batu (MB) pada umumnya.

Sementara harga yang mahal tersebut awalnya adalah permainan pedagang saja untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Dan jika ada Murai Batu (MB) blorok yang dapat berprestasi di ajang lomba tingkat Nasional, hal itu hanya kebetulan saja karena kualitas seekor Murai Batu (MB) tidak ditentukan dari warna bulunya, tapi ditentukan dari bakat burung itu sendiri, terutama dari faktor genetik dan pola perawatan harian.

Baca juga:

Ciri-ciri fisik/Katuranggan Murai Batu (MB) bermental petarung

Pentingnya terapi kandang umbaran untuk Murai Batu (MB)

Tips untuk mengatasi Murai Batu (MB) kanibal/cabut bulu

Demikian sedikit informasi tentang "Keistimewaan Murai Batu (MB) blorok". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Murai Batu (MB) blorok

Selasa, 16 Januari 2018

Ciri-ciri fisik/Katuranggan Murai Batu (MB) bermental petarung

Semua Murai Batu (MB) apapun jenisnya memiliki potensi untuk menjadi gacor jika dirawat dengan baik dan telaten, setelah mentalnya mapan pasti akan rajin bunyi dan gacor walaupun ada yang suaranya bagus dan ada yang tidak bagus, ada yang volumenya tebal dan ada yang tipis, ada yang suara kicauannya variatif dan ada juga yang monoton.

Tapi untuk masalah mental, tidak semua Murai Batu (MB) memiliki potensi sebagai petarung, karena hal itu merupakan karakter dasar yang tidak dimiliki oleh semua individu Murai Batu.

Untuk mendapatkan Murai Batu (MB) yang memiliki karakter petarung, kita bisa melihatnya dari ciri-ciri fisik/Katuranggannya, walaupun tidak selalu akurat 100%, tapi paling tidak bisa dijadikan referensi untuk membaca kualitas dari seekor Murai Batu sebelum kita merawatnya.

Berikut ini beberapa ciri fisik/Katuranggan Murai Batu (MB) yang prospek lapangan:

• Kepala

Murai Batu (MB) yang memiliki bentuk Kepala datar/cepak menandakan jika burung tersebut memiliki mental tempur yang tangguh dan bisa di andalkan di arena lomba.

• Leher

Murai Batu (MB) yang memiliki bentuk leher besar dan panjang menandakan jika burung tersebut mampu menghasilkan suara yang full power, sehingga dapat mendominasi suara lawan-lawannya digantangan.

• Mata

Murai Batu (MB) yang memiliki mata besar dan melotot dengan sorot mata tajam menandakan jika burung tersebut memiliki karakter menyerang, fighter tinggi, percaya diri dan bermental baja.

• Paruh

Murai Batu (MB) yang memiliki paruh celah menandakan jika burung tersebut memiliki volume suara tembus.

Murai Batu (MB) yang memiliki bentuk paruh panjang dan tebal menandakan jika burung tersebut memiliki karakter suara melengking dengan volume keras dan tajam.

• Kaki

Murai Batu (MB) yang memiliki kaki besar dan tidak terlalu panjang dengan cengkeraman yang kuat pada plangkringan menandakan jika burung tersebut memiliki jiwa tarung yang kuat, full power dengan karakter menyerang.

Murai Batu (MB) yang memiliki kaki berwarna hitam menandakan karakternya sebagai petarung sejati.

• Postur tubuh

Murai Batu (MB) yang memiliki postur tubuh agak membungkuk dengan posisi tubuh dekat dengan plangkringan dan ekor yang hampir menyentuh plangkringan serta semua bagian tubuhnya tampak serasi (proporsional) dengan bulu-bulu rapi mengkilap kebiruan merupakan ciri-ciri Murai Batu petarung (fighter tinggi).

Jika kita mendapatkan Murai Batu (MB) dengan ciri-ciri fisik/Katuranggan seperti yang telah disebutkan di atas, maka tinggal dipoles sedikit saja pasti sudah mau kerja digantangan, karena Murai Batu tersebut sudah memiliki bekal mental sebagai petarung. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan potensi yang dimiliki Murai Batu tersebut.

Baca juga:

Tips sederhana beternak Murai Batu (MB)

Pentingnya terapi kandang umbaran untuk Murai Batu (MB)

Tips untuk mengatasi Murai Batu (MB) kanibal/cabut bulu

Demikian sedikit informasi tentang "Ciri-ciri fisik/Katuranggan Murai Batu (MB) bermental petarung". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Murai Batu (MB)

Minggu, 14 Januari 2018

Tips perawatan burung Pelatuk Bawang agar gacor untuk masteran

Burung Pelatuk Bawang dikenal akan mistiknya, karena burung ini memiliki beberapa manfaat untuk berbagai keperluan supranatural seperti yang tertulis dalam Buku Primbon Jawa.

Tapi selain dapat dimanfaatkan untuk berbgai keperluan supranatural, burung Pelatuk Bawang ternyata juga memiliki suara yang cukup bagus, yaitu suara tembakan yang khas mirip suara tembakan burung Cililin yang sangat cocok di jadikan sebagai masteran untuk burung-burung kicau jenis lain seperti Murai Batu (MB), Cucak ijo (CI), Kacer, Cendet dan burung-burung lainya.

Perawatan burung Pelatuk Bawang juga tidak terlalu rumit dan hampir sama dengan perawatan burung kicau lain pada umumnya.

Perawatan harian untuk Pelatuk Bawang agar rajin bunyi:

• Pengembunan

Keluarkan Pelatuk Bawang dari dalam rumah mulai jam 05.00 pagi untuk di embunkan, dan berikan ulat hongkong (UH) sebnayak 15 ekor atau ulat kandang (UK) sebnayak satu sendok teh.

• Mandi

Pelatuk Bawang tidak perlu dimandikan setiap hari, cukup dimandikan seminggu sekali saja dengan cara disemprot halus menggunakan sprayer, karena di alam bebas burung ini juga tidak suka mandi.

Setelah selesai mandi berikan jangkrik 5 ekor kemudian burung di angin-anginkan untuk mengeringkan bulu-bulunya baru dijemur.

• Penjemuran

Jemur Pelatuk Bawang setiap hari selama 1-2 jam secara rutin agar burung selalu sehat dan aktif. Setelah selesai dijemur, tempatkan Pelatuk Bawang di tempat yang teduh dan berikan vitamin khusus untuk burung kicau yang diteteskan pada air minumnya.

Sama dengan burung kicau jenis lainnya, Pelatuk Bawang memerlukan vitamin tambahan selain pemberian Ekstra fooding (EF) dan voer yang di berikan setiap hari.

Berikan vitamin tambahan seminggu sekali karena sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi Pelatuk Bawang agar tetap fit dan terhindar dari serangan penyakit, selain itu pemberian multivitamin juga dapat membuat Pelatuk Bawang menjadi lebih gacor.

• Pakan dan Ekstra fooding (EF)

Untuk pakan hariannya burung ini cukup diberikan voer dengan tambahan Ekstra fooding (EF) seperti jangkrik, ulat hongkong (UH), dan ulat kandang (UK).

Pelatuk Bawang bisa diberikan voer halus atau voer kasar tergantung kebiasaan. Tapi karena Pelatuk Bawang suka mengotori cepuk minumnya dengan cara mencelupkan voer kedalam air minumnya, maka sebaiknya diberikan voer halus saja agar tidak bisa dibawa dan dicelupkan kedalam cepuk air minumnya.

Sedangkan untuk Ekstra fooding (EF), Pelatuk Bawang bisa diberikan Jangkrik sebanyak 5/5 pagi/sore, ulat hungkong (UH) 15/15 pagi/sore, atau jika tidak ada ulat hongkong bisa diganti dengan ulat kandang (UK) sebanyak satu sendok teh pagi/sore.

Kandang untuk Pelatuk Bawang:

Untuk kandangnya sebaiknya menggunakan kandang besi/kandang kapsul yang biasa digunakan untuk Lovebird (LB) atau menggunakan kandang dari kawat ram agar tidak hancur dipatuki, karena Pelatuk Bawang memiliki kebiasaan mematuki batang pohon dengan paruhnya yang sangat keras dan tajam untuk mencari makanan dan untuk melubangi batang pohon ketika membuat sarang.

Tempatkan sebuah batang kayu yang cukup besar didalam kandangnya sebagai tempat bertengger sekaligus untuk dipatuki seperti kebiasaannya di alam bebas yang selalu merambat dibatang-batang pohon sambil mematukinya untuk mencari makanan berupa ulat-ulat kecil yang terdapat disela-sela kulit pohon.

Perbedaan Pelatuk Bawang jantan dan betina:

Pelatuk Bawang dapat dibedakan jenis kelaminnya dari jambul yang ada dikepalanya. Untuk Pelatuk Bawang jantan memiliki jambul yang berwarna merah, sedangkan Pelatuk Bawang betina jambulnya berwarna hitam kecoklatan.

Warna bulu Pelatuk Bawang jantan terlihat lebih lebih jelas/tegas dari pada Pelatuk Bawang betina yang memiliki warna bulu lebih kusam/pudar.

Baca juga:

Perawatan Sikatan Ninon/Selendang Biru agar gacor sepanjang hari

Cara merawat Tledekan Laut agar rajin bunyi dan ngeplong

Perawatan yang tepat untuk Tengkek Buto

Demikian sedikit informasi tentang "Tips perawatan burung Pelatuk Bawang agar gacor untuk masteran". Untuk informasi lain seputar Pelatuk, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Pelatuk Bawang jantan

Jumat, 12 Januari 2018

Perawatan Sikatan Ninon/Selendang Biru agar gacor sepanjang hari

Sikatan Ninon/Selendang Biru/Sitrun memiliki suara kicauan yang sangat merdu walaupun cenderung monoton dan volumenya tidak terlalu keras tapi enak didengarkan karena suaranya begitu jernih (kristal) dengan irama yang harmonis khas suara burung jenis Sikatan.

Burung ini cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan mudah jinak, sehingga Sikatan Ninon cepat bunyi jika kita pelihara.

Untuk membuat Sikatan Ninon/Selendang Biru/Sitrun rajin bunyi, cukup diberikan perawatan standar saja yang meliputi: Pengembunan, mandi, penjemuran, dan pemberian pakan serta Ekstra fooding (EF).

Perawatan harian untuk Sikatan Ninon:

• Pengembunan

Embunkan Sikatan Ninon/Selendang Biru setiap hari mulai jam 05.00 pagi agar burung bisa menghirup udara segar dan menikmati suasana pagi untuk memancingnya agar berkicau dengan suara lantang (ngeplong).

• Mandi

Mandikan Sikatan Ninon/Selendang Biru setiap hari sekitar jam 07.00 pagi dengan disemprot menggunakan sprayer atau sediakan cepuk mandi didalam kandangnya agar burung bisa mandi sendiri semaunya.

Setelah selesai mandi, ambil cepuknya kemudian bersihkan kandangnya agar burung merasa nyaman dan selalu sehat.

Berikan jangkrik kecil sebanyak 5 ekor kemudian di angin-anginkan, biarkan burung didis sampai bulu-bulunya kering.

• Jemur

Setelah bulu-bulunya kering, baru dijemur selama kurang lebih 1 jam. Setelah selesai dijemur berikan kroto segar sebanyak satu sendok teh lalu gantang burung ditempat yang teduh.

Usahakan untuk menempatkan Sikatan Ninon/Selendang Biru ditempat yang sejuk dan dekat dengan suara gemercik air, karena jika mendengar suara gemercik air atau suara hujan burung ini akan terus berkicau tidak berhenti.

Pada sore harinya, berikan jangkrik ukuran kecil sebanyak 5 ekor, bersihkan kandangnya kemudian kerodong dan biarkan istirahat sampai pagi.

• Pakan dan Ekstra fooding (EF)

Untuk pakan utamanya berikan voer halus yang berkualitas dan mengandung protein tinggi, ganti voer setiap tiga hari sekali dengan yang baru agar tidak berjamur.

Air minumnya juga diganti setiap hari, dan seminggu sekali berikan vitamin khusus untuk burung kicau yang dicampurkan pada air minumnya agar burung selalu dalam kondisi fit.

Berikan jangkrik ukuran kecil setiap hari dengan porsi 5/5 pagi/sore, kroto segar bisa diberikan seminggu 2-3 kali, ulat hongkong (UH) bisa diberikan pada saat cuaca dingin dan pada saat masa mabung untuk membantu mempercepat rontoknya bulu-bulu lama Sikatan Ninon/Selendang Biru.

Suara gemercik air dan pemberian Ekstra fooding (EF) secara teratur sangat efektif untuk membuat Sikatan Ninon/Selendang Biru rajin bunyi dengan suara ngeplong.

Tapi yang paling penting agar Sikatan Ninon/Selendang Biru rajin bunyi/gacor sepanjang hari, kondisi mentalnya harus sudah mapan dan tidak takut lagi dengan Manusia dan suasana lingkungan sekitarnya.

Baca juga:

Cara merawat Tledekan Laut agar rajin bunyi dan ngeplong

Perawatan terbaik untuk Ciblek agar gacor dan fighter

Perawatan yang tepat untuk burung Decu agar rajin bunyi

Demikian sedikit informasi tentang "Perawatan Sikatan Ninon/Selendang Biru agar gacor sepanjang hari". Untuk informasi lain seputar Sikatan Ninon/Selendang Biru, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Burung Sikatan Ninon/Selendang Biru/Sitrun
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com