Sabtu, 10 Februari 2018

Tips perawatan burung Sogok Ontong agar rajin bunyi

Burung Sogok Ontong/Kolibri Sriganti adalah jenis burung penghisap nektar bunga seperti halnya burung-burung Kolibri yang lain. Burung mungil ini juga memakan serangga-serangga berukuran kecil.

Burung Sogok Ontong/Kolibri Sriganti memiliki ukuran tubuh sekitar 8-10 cm dengan paruh yang panjang, lancip dan melengkung sebagai ciri khas burung-burung penghisap nektar. Suara crecetan tajam burung ini sangat cocok digunakan untuk masteran, tapi hanya burung jantan yang bisa gacor dan memiliki suara kicauan bervariasi serta volume yang keras.

Ciri-ciri burung Sogok Ontong/Kolibri Sriganti jantan memiliki warna bulu kuning terang pada tubuh bagian bawahnya, sedangkan bagian dagu dan dadanya berwarna ungu metalik, serta pada bagian punggung berwarna hijau zaitun.

Sedangkan burung Sogok Ontong/Kolibri Sriganti betina memiliki warna bulu kuning pada tubuh bagian bawah dan tidak memiliki warna ungu metalik pada bagian dagu dan dadanya, serta bagian alisnya berwarna kuning muda.

Merawat burung Sogok Ontong/Kolibri Sriganti agar rajin bunyi sebetulnya cukup mudah, yang terpenting harus rutin dan konsisten, dari mulai pemberian pakan dan Ekstra fooding (EF), mandi, penjemuran dan pemberian vitamin.

Perawatan harian burung Sogok Ontong/Kolibri Sriganti:

Pakan

• Nektar

Pakan utama burung Sogok Ontong di alam bebas adalah nektar bunga, dan ketika kita pelihara maka nektar bunga bisa kita ganti dengan air gula dengan takaran secukupnya saja tapi dibuat agak sedikit kental. Sebaiknya gunakan air panas agar gula cepat larut dan tunggu sampai air larutan gula dingin terlebih dulu baru diberikan pada burung.

• Susu kental manis

Selain air gula, sebaiknya berikan juga susu kental manis agar burung lebih bertenaga. Campur susu kental manis dengan sedikit air agar lebih mudah dihisap oleh burung.

Selain diberikan air gula atau susu kental manis, air putih tetap harus diberikan sebagai air minum, karena air gula dan susu kental manis merupakan makanan untuk burung Sogok Ontong.

• Madu

Madu memiliki efek panas jika dikonsumsi burung, oleh karena itu madu cukup diberikan seminggu 1-2 kali saja sebagai pakan selingan untuk membuat burung agar lebih gacor.

• Kroto

Kroto merupakan jenis Ekstra fooding (EF) yang paling bagus untuk burung-burung jenis Kolibri termasuk Sogok Ontong sebagai sumber protein hewani.

Selain bermanfaat untuk kesehatan burung, kroto juga terbukti sangat ampuh untuk mendongkrak birahi burung, sehingga dapat membuat burung menjadi lebih gacor. Kroto bisa diberikan setiap hari dengan porsi satu sendok teh.

Mandi

Burung Sogok Ontong/Kolibri Sriganti bakalan yang sudah dewasa biasanya memiliki karakter sangat giras, karena itu burung perlu dijinakkan dulu agar berani berkicau walaupun ada orang disekitarnya.

Agar lebih jinak, burung perlu dimandikan setiap hari dengan cara disemprot halus menggunakan sprayer sampai basah kuyup. Setelah selesai dimandikan, kemudian burung diangin-anginkan untuk mengeringkan bulu-bulunya.

Jemur

Setelah semua bulu-bulunya kering, kemudian burung dijemur selama 1-2 jam untuk menghangatkan tubuhnya. Penjemuran sangat penting untuk dilakukan secara rutin agar burung Sogok Ontong tetap sehat, aktif dan rajin bunyi.

Vitamin

Agar burung Sogok Ontong/Kolibri Sriganti lebih gacor sebaiknya seminggu sekali diberikan vitamin khusus untuk burung kicau yang dicampurkan pada air minumnya. Selain bermanfaat untuk membuat burung agar lebih gacor, pemberian vitamin tersebut juga bermanfaat untuk menjaga kondisi fisik burung agar selalu fit.

Baca juga:

Perawatan harian burung Klik-klik/Ciblek sawah agar rajin bunyi

Perawatan harian burung Rambatan agar rajin bunyi

Tips perawatan burung Pelatuk Bawang agar gacor untuk masteran

Demikian sedikit informasi tentang "Tips perawatan burung Sogok Ontong agar rajin bunyi". Untuk informasi lain seputar burung Kolibri, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Burung Sogok Ontong Jantan

Jumat, 02 Februari 2018

Perawatan harian burung Klik-klik/Ciblek sawah agar rajin bunyi

Ciblek sawah/Ciblek pari/Klik-klik sekarang ini cukup banyak diminati para Kicau Mania. Burung ini biasanya dipelihara untuk dijadikan sebagai burung masteran.

Harga Ciblek sawah/Klik-klik terbilang cukup murah karena populasinya di alam bebas masih cukup banyak sehingga stok burung cukup banyak dipasaran.

Suara Ciblek sawah/Klik-klik yang khas cukup bagus untuk dijadikan sebagai masteran untuk melengkapi materi isian burung lain. Tapi sebaiknya pilihlah Ciblek sawah yang berjenis kelamin jantan karena lebih cepat gacor dengan suara lebih bervariasi dan volumenya juga lebih keras.

Berikut ini adalah perawatan harian Ciblek sawah/Ciblek pari agar rajin bunyi dan gacor:

• Embunkan burung setiap pagi untuk menghirup udara segar.

• Jam 07.00 pagi burung dimandikan, sebaiknya jangan disemprot, tapi dibiasakan agar mandi sendiri dicepuk khusus untuk mandi.

• Bersihkan kandangnya setiap hari agar burung merasa nyaman dan terhindar dari serangan penyakit.

• Setelah selesai dimandikan, burung di angin-anginkan dulu ditempat yang teduh dan diberikan Ekstra fooding (EF) berupa jangkrik sebanyak 3 ekor dan ulat hongkong (UH) 5 ekor.

• Ganti/tambahkan voer dengan yang baru, air minumnya juga diganti dengan yang bersih setiap hari.

• Setelah bulu-bulunya kering, kemudian burung dijemur selama 1-2 jam. Penjemuran sebaiknya dilakukan rutin setiap hari kalau cuaca cerah/ada panas Matahari.

• Setelah selesai dijemur, gantang Ciblek sawah/Klik-klik ditempat yang teduh bersama burung-burung kecil lainnya yang gacor agar terpancing untuk berkicau menyahuti.

• Sore hari kembali kandangnya dibersihkan sebelum dimasukkan kedalam rumah.

• Berikan lagi Ekstra fooding (EF) berupa jangkrik kecil sebanyak 3 ekor dan ulat hongkong (UH) 5 ekor.

Menu dan porsi Ekstra fooding (EF) untuk Ciblek sawah/Ciblek pari:

• Jangkrik diberikan setiap hari dengan porsi 3/3 pagi/sore. Sebelum diberikan, kaki-kaki jangkrik sebaiknya dibuang terlebih dulu.

• Ulat hongkong (UH) diberikan setiap hari dengan porsi 5/5 pagi/sore, sebaiknya pilih ulat hongkong (UH) yang masih berwarna putih/baru brrganti kulit.

• Ulat kandang (UK) bisa diberikan dengan porsi satu sendok makan sebagai selingan Ulat hongkong (UH).

• Kroto segar bisa diberikan seminggu 1-2 kali dengan porsi 1 sendok teh.

Baca juga:

Perawatan harian burung Rambatan agar rajin bunyi

Tips perawatan burung Pelatuk Bawang agar gacor untuk masteran

Perawatan Sikatan Ninon/Selendang Biru agar gacor sepanjang hari

Demikian sedikit informasi tentang "Perawatan harian burung Klik-klik/Ciblek sawah agar rajin bunyi". Untuk informasi lain seputar Ciblek, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Ciblek sawah/Ciblek pari/Klik-klik

Kamis, 25 Januari 2018

Ciri-ciri perbedaan Derkuku jantan dan betina yang akurat

Burung Derkuku/Tekukur adalah sejenis burung Merpati yang biasa berkeliaran dikawasan hutan terbuka, ladang, dan area persawahan untuk mencari makan.

Antara Derkuku/Tekukur jantan dan betina memiliki penampilan fisik yang tampak serupa. Burung Derkuku berkembang biak sepanjang tahun dengan membuat sarang dari ranting-ranting kecil dan rumput-rumput kering yang diletakkan didahan pohon atau diatas tanah. 

Seperti halnya jenis burung Merpati yang lain, Derkuku/Tekukur tidak begitu suka hidup berkelompok, dan biasanya hanya hidup dengan pasangannya.

Berikut ini beberapa perbedaan antara Derkuku jantan dan betina:

• Postur tubuh

Ketika masih anakan cukup mudah untuk membedakan burung jantan dan betina, karena ukuran tubuh anakan Derkuku jantan lebih besar dari yang betina, bulu anakan Derkuku betina lebih banyak dari anakan Derkuku jantan dan berwarna kekuning-kuningan. Jika dipegang tubuh anakan Derkuku jantan terasa lebih berat dan berisi dibanding dengan anakan Derkuku betina.

Postur tubuh Derkuku jantan dewasa lebih besar dan panjang dengan dada yang lebih lebar dibanding Derkuku betina yang memiliki postur tubuh kecil dan dada yang sempit.

• Sayap

Bulu sayap Derkuku jantan lebih sedikit dibanding dengan bulu sayap Derkuku betina dengan warna bulu lebih cerah dibanding betina.

• Bentuk kepala

Kepala Derkuku jantan lebih besar dari yang betina dengan bentuk lebih menonjol, sedangkan kepala Derkuku betina bentuknya agak bulat, dan jika diperhatikan warna bulu pada bagian kepala (dahi) Derkuku jantan tampak lebih cerah dari yang betina.

• Mata

Bentuk mata Derkuku jantan tampak lebih besar dengan sorot mata tajam, sedangkan mata Derkuku betina lebih kecil dengan sorot mata sayu.

• Leher

Bentuk leher Derkuku jantan lebih besar dengan pola bintik-bintik pada bulu lehernya lebih banyak dan cerah, sedangkan bentuk leher Derkuku betina lebih kecil dengan warna bintik-bintik lebih sedikit dan warnanya agak kusam.

• Suara

Derkuku jantan lebih rajin manggung dengan suara lebih besar dan nyaring, dan ketika sudah birahi, Derkuku jantan akan sering bunyi dengan mengangguk-anggukkan kapalanya (mbekur).

• Supit udang

Supit udang Derkuku jantan lebih sempit/rapat dan terasa agak keras saat ditekan dengan jari, sedangkan supit udang Derkuku betina lebih lebar/renggang dan terasa lunak saat ditekan dengan jari.

• Anus/Kloaka

Jika diperhatikan, bentuk anus/kloaka Derkuku jantan lebih menonjol keluar, sedangkan anus/kloaka Derkuku betina bentuknya lebih datar dan lebih lebar.

Baca juga:

Perawatan yang tepat untuk burung Derkuku agar rajin manggung

Ciri-ciri Perkutut yang memiliki suara bagus

Ciri-ciri Perkutut Putih yang asli

Demikian sedikit informasi tentang "Ciri-ciri perbedaan Derkuku jantan dan betina yang akurat". Untuk informasi lain seputar Derkuku/Tekukur, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Derkuku jantan dan betina

Rabu, 24 Januari 2018

Cara mengobati kaki Kenari yang bengkak dan jamuran

Kenari termasuk burung yang memiliki kulit sangat sensitif terutama pada gigitan nyamuk, dan seringkali kita dapati Kenari yang kakinya benjol akibat digigit nyamuk. Selain sensitif terhadap gigitan nyamuk, kaki Kenari juga sangat rentan terserang jamuran.

Umumnya gigitan nyamuk tidak terlalu berpengaruh pada kondisi kesehatan Kenari, tapi pada beberapa kasus akan muncul bintik-bintik merah/iritasi pada kaki Kenari akibat gigitan nyamuk, dan lama-kelamaan akan menyebabkan kaki Kenari menjadi bengkak sehingga sangat mengganggu aktivitas keseharian Kenari.

Untuk mengobati kaki Kenari yang bengkak akibat gigitan nyamuk atau yang terkena penyakit jamuran sebetulnya cukup mudah, cukup menggunakan Minyak tawon atau Minyak kayu putih yang biasa kita pakai.

Caranya cukup dengan mengoleskan Minyak tawon atau Minyak kayu putih pada bagian tubuh yang terkena gigitan nyamuk atau yang jamuran. Olesi secukupnya saja sampai merata pada bagian kaki yang digigit nyamuk, dan untuk kaki yang jamuran, olesi seluruh bagian kaki sampai merata sambil dipijit-pijit untuk melepas bagian sisik/kerak yang ada pada kaki Kenari.

Lakukan pengobatan setiap hari sampai kaki Kenari yang bengkak tersebut benar-benar sembuh. Sebaiknya pengobatan dilakukan pada sore hari ketika Kenari akan tidur agar lebih efektif.

Untuk mencegah agar Kenari tidak digigit nyamuk, sebaiknya pada malam hari sangkarnya dikerodong agar nyamuk tidak bisa masuk kedalam sangkar.

Selain berfungsi untuk melindungi burung dari gigitan nyamuk, kerodong juga bermanfaat untuk melindungi burung dari cuaca dingin.

Untuk mencegah kaki Kenari agar tidak jamuran, kebersihan sangkar dan plangkringan harus diperhatikan, dan pada saat memandikan Kenari sebaiknya semprot bagian kakinya sampai bersih dari kotoran yang menempel.

Baca juga:

Pengobatan katarak pada burung dengan cara alami

Ciri-ciri burung cacingan dan pencegahannya

Cara mencegah dan mengobati kutuan pada burung kicau

Demikian sedikit informasi tentang "Cara mengobati kaki Kenari yang bengkak dan jamuran". Untuk informasi lain seputar Kenari, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kaki Kenari jamuran

Senin, 22 Januari 2018

Pengobatan katarak pada burung dengan cara alami

Katarak merupakan salah satu penyakit pada mata burung yang awalnya berupa flek putih dengan ukuran kecil yang lama-kalamaan akan semakin melebar jika tidak segera di obati, dan akibatnya burung akan mengalami kebutaan bahkan kematian.

Penyebab katarak bisa bermacam-macam, bisa karena faktor internal, misalnya dari pengaruh makanan yang dikonsumsi atau faktor genetik, dan juga faktor eksternal, misalnya mata burung sering terpapar cahaya yang terlalu silau.

Dari faktor makanan, banyak yang menganggap jika pemberian ulat hongkong (UH) yang terlalu berlebihan menjadi salah satu penyebab timbulnya katarak pada mata burung.

Sedangkan dari faktor eksternal, banyak yang menganggap penempatan burung yang tidak tepat ketika dijemur atau digantang pada tempat yang terlalu dekat dengan cahaya silau, baik itu cahaya Matahari atau cahaya lampu adalah salah satu penyebab timbulnya katarak pada mata burung.

Pencegahan dan penanganan katarak pada burung kicau:

Pencegahan:

• jangan menggantang burung di tempat yang dekat dengan cahaya langsung atau pantulan cahaya yang menyilaukan mata, misalnya di dekat tembok yang berwarna cerah/mencolok yang berpotensi memantulkan sinar Matahari.

• Jangan menggantang burung terlalu dekat dengan lampu pada malam hari, karena akan membuat mata burung silau dan jika hal ini berlangsung dalam waktu yang lama maka bisa menyebabkan mata burung terkena katarak.

Pengobatan:

• Menggunakan Propolis

Propolis adalah suatu zat yang dihasilkan oleh lebah madu yang dikumpulkan dari pucuk daun-daun muda dan dicampur dengan air liur lebah. Propolis digunakan oleh lebah untuk menambal dan mensterilkan sarangnya dari serangan virus, bakteri, jamur, dan lainnya.

Propolis banyak digunakan sebagai solusi alternatif alamiah untuk penyembuhan dari berbagai macam penyakit pada Manusia, bahkan untuk hewan juga bisa termasuk untuk mengatasi atau mengobati penyakit pada burung kicau.

Berikut ini adalah kelebihan pemakaian Propolis dibanding obat-obatan kimia:

- Propolis adalah bahan murni yang berasal dari alam sehingga tidak ada efek samping dan cocok untuk segala jenis burung kicauan.

- Penyembuhan penyakit pada burung kicau dengan propolis bersifat luar-dalam dan menyeluruh, sehingga akan menghemat biaya karena 1 obat bisa digunakan untuk segala jenis penyakit, baik penyakit luar maupun penyakit dalam.

Cara pemakaian Propolis pada burung kicau:

- Untuk penyembuhan mata burung yang terkena katarak bisa menggunakan 1 tetes Propolis yang dicampur dengan 5-7 tetes air bersih kemudian teteskan pada mata burung yang sakit sebanyak 1 kali sehari dan sisanya bisa dipakai untuk hari berikutnya sampai habis.

• Menggunakan bunga Kitolod

Tanaman kitolod semakin populer setelah teruji berhasil menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang berhubungan dengan mata.

Tanaman ini sebetulnya adalah tanaman liar yang biasa tumbuh di pinggir selokan, sungai, dan disela-sela bebatuan yang lembab. Tanaman ini juga dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Tanaman Kitolod Sudah lama digunakan oleh masyarakat pedesaan dengan cara memetik bunganya pada pagi hari ketika bunga masih berembun.

Embun yang menempel pada bunga Kitolod tersebut kemudian diteteskan pada mata sebagai obat gangguan mata. Sebenarnya, tujuan pemberian obat tetes kitolod adalah untuk membersihkan dan membuka lapisan (kotoran) yang menempel pada kornea mata.

Sedangkan untuk mengobati katarak pada burung, caranya dengan mengambil beberapa tangkai bunga kitolod lalu diperas dan diambil airnya, air perasan ini bisa disimpan dalam wadah bekas obat tetes mata atau bisa juga disimpan dalam wadah lainnya.

Air perasan dari bunga Kitolod tadi bisa langsung diteteskan pada mata burung yang terkena katarak dua kali sehari, yaitu satu kali pada sore hari menjelang burung istirahat dan satu kali pada pagi harinya.

Agar lebih maksimal, setelah ditetesi air perasan bunga kitolod, mata burung  juga bisa dikompres menggunakan seduhan air daun sirih atau bunga melati, kemudian lakukan pemijatan dengan lembut pada bagian sekitar mata yang terkena penyakit katarak.

Lakukan pengobatan tersebut secara rutin sampai penyakit katarak pada mata burung tersebut benar-benar sembuh.

Baca juga:

Cara mengobati serak pada Cucak ijo (CI)

Penyebab dan cara mengatasi Kacer nyilet

Tips untuk mengatasi Murai Batu (MB) kanibal/cabut bulu

Demikian sedikit informasi tentang "Pengobatan katarak pada burung dengan cara alami". Untuk informasi lain seputar burung kicau, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Bunga Kitolod dan Propolis

Minggu, 21 Januari 2018

Perawatan harian burung Rambatan agar rajin bunyi

Burung Rambatan adalah salah satu jenis burung pemakan serangga. Burung ini memiliki kebiasaan yang sama dengan burung Pelatuk, yaitu merambat dibatang-batang pohon untuk mencari makanan berupa ulat-ulat kecil disela-sela kulit kayu, dan kerena kebiasaannya itulah maka burung ini dinamakan Rambatan.

Burung Rambatan memiliki suara yang khas, yaitu suara tembakan panjang yang nyaring serta crecetan-crecetan tajam yang menjadikan burung ini banyak dipelihara untuk dijadikan sebagai burung masteran.

Burung Rambatan yang bisa gacor dengan suara-suara tembakan dan crecetannya yang khas adalah yang berkelamin jantan.

Dan berikut ini beberapa ciri perbedaan antara burung Rambatan jantan dan betina:

Ciri-ciri burung Rambatan jantan:
• Postur tubuh lebih besar.
• Suara kicauan lebih variatif dan lebih nyaring.
• Warna bulu lebih jelas dan terang.
• Yang paling mencolok adalah terdapat garis hitam terang diatas mata (alis) pada burung jantan.

Ciri-ciri burung Rambatan betina:
• Postur tubuh lebih kecil.
• Suara monoton dan tidak senyaring burung Rambatan jantan.
• Warna bulu lebih kusam/pudar.
• Tidak terdapat garis hitam diatas matanya.

Perawatan harian untuk burung Rambatan agar rajin bunyi:

• Pakan

Berikan voer sebagai pakan utamanya, bisa diberikan voer halus atau voer kasar tergantung kebiasaan.

• Ekstra fooding (EF)

Berikan Jangkrik sebanyak 3/3 pagi/sore, ulat hungkong (UH) 10/10 pagi/sore, atau jika tidak ada ulat hongkong bisa diganti dengan ulat kandang (UK) sebanyak satu sendok teh pagi/sore, dan kroto bisa diberikan 3 hari sekali agar burung lebih gacor.

• Mandi

Mandikan burung Rambatan dua hari sekali dengan cara disemprot halus menggunakan sprayer.

• Jemur

Penjemuran cukup dilakukan selama setengah jam sampai satu jam saja setiap harinya karena burung ini menyukai suhu yang dingin atau sejuk.

• Kandang

Untuk kandangnya sebaiknya menggunakan kandang besi/kandang kapsul yang biasa digunakan untuk burung Lovebird (LB) atau menggunakan kandang dari kawat ram agar tidak hancur dipatuki, karena burung Rambatan memiliki paruh yang tajam dan keras yang biasa digunakan untuk mematuki batang pohon untuk mencari makanan, sehingga jika memakai kandang kayu akan cepat rusak karena dipatuki.

Tempatkan sebuah batang kayu yang cukup besar didalam kandangnya sebagai tempat bertengger sekaligus untuk dipatuki seperti kebiasaannya di alam bebas yang selalu merambat dibatang-batang pohon sambil mematukinya untuk mencari makanan berupa ulat-ulat kecil yang terdapat disela-sela kulit pohon.

Baca juga:

Tips perawatan burung Pelatuk Bawang agar gacor untuk masteran

Kelebihan dan kekurangan Cucak jenggot vs Kapas tembak

Perawatan yang tepat untuk Tengkek Buto

Demikian sedikit informasi tentang "Perawatan harian burung Rambatan agar rajin bunyi". Untuk informasi lain seputar burung Rambatan, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Burung Rambatan

Kamis, 18 Januari 2018

Keistimewaan Murai Batu (MB) blorok

Istilah blorok pada awalnya adalah sebutan untuk ayam kampung yang memiliki beberapa macam warna bulu. Tapi istilah blorok saat ini juga sering dipakai untuk menyebut seekor burung yang memiliki warna bulu tidak lazim seperti pada umumnya (tidak normal).

Jika blorok pada ayam kampung merupakan hal yang wajar dan bukan merupakan sesuatu yang istimewa, lain halnya jika blorok tersebut terjadi pada seekor burung kicauan, karena hal itu merupakan kejadian yang tidak lazim dan burung yang memiliki warna bulu blorok dianggap istimewa dan harganya bisa lebih mahal dari burung yang memiliki warna bulu normal.

Kenapa burung yang memiliki bulu blorok bisa berharga fantastis..?? Apa sebetulnya keistimewaan dari burung dengan warna bulu blorok..??

Artikel On Kicau kali ini akan membahas tentang keistimewaan Murai Batu (MB) blorok yang fenomenal dan berharga fantastis.

Murai Batu (MB) normalnya memiliki warna bulu hitam pada bagian kepala, punggung sampai pada bagian ekornya, serta warna coklat kemerah-merahan dari bagian dada sampai pada bagian kloaka, sedangkan warna putih terdapat di bagian bawah ekor dan bagian punggung bawahnya.

Penampilan fisik Murai Batu (MB) blorok bagi sebagian orang merupakan hal yang menarik, karena kelainan warna tersebut merupakan kejadian yang sangat langka dan dianggap unik, sehingga karena keunikan dan kelangkaannya tersebut Murai Batu (MB) blorok dihargai sangat mahal.

Tapi bagi sebagian orang lainnya, Murai Batu (MB) blorok justru dianggap tidak bagus karena warna bulu blorok tersebut merupakan sebuah kelainan yang menyebabkan sebagian bulu-bulunya tidak memiliki pigmen warna. Warna bulu yang tidak beraturan tersebut dianggap mengurangi keindahan dan kegagahan dari Murai Batu (MB) tersebut.

Sebetulnya tidak ada yang istimewa dari Murai Batu (MB) blorok secara kualitas. Keistimewaan Murai Batu (MB) blorok hanya karena di anggap unik dan langka karena warna bulunya tidak sama dengan Murai Batu (MB) pada umumnya.

Sementara harga yang mahal tersebut awalnya adalah permainan pedagang saja untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Dan jika ada Murai Batu (MB) blorok yang dapat berprestasi di ajang lomba tingkat Nasional, hal itu hanya kebetulan saja karena kualitas seekor Murai Batu (MB) tidak ditentukan dari warna bulunya, tapi ditentukan dari bakat burung itu sendiri, terutama dari faktor genetik dan pola perawatan harian.

Baca juga:

Ciri-ciri fisik/Katuranggan Murai Batu (MB) bermental petarung

Pentingnya terapi kandang umbaran untuk Murai Batu (MB)

Tips untuk mengatasi Murai Batu (MB) kanibal/cabut bulu

Demikian sedikit informasi tentang "Keistimewaan Murai Batu (MB) blorok". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Murai Batu (MB) blorok
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com