Senin, 10 Juni 2013

Sekejap Memiliki Ayam Hutan Hijau

Sekejap Memiliki Ayam Hutan Hijau

Cerita punya cerita, kebetulan Saya tertarik untuk memiliki hewan peliharaan yang namanya Ayam Hutan Hijau. Hewan yang memiliki tingkat sensitifitas tinggi terhadap lingkungan ini tidak menyurutkan niat Saya untuk memilikinya. Alhasil, akhirnya kesamaian juga Saya miliki itu hewan.
Singkat cerita, suatu sore Saya memboyong hewan yang memiliki nama latin Gallus Varius (Phasianidae) ini dengan menggunakan karung bekas yang tentunya bersih lah… nah, pas tiba di rumah, Saya keluarkan ayam hutan hijau dari
Sekejap Memiliki Ayam Hutan Hijau

karung (tentunya diwarnai dengan pemberontakan dari ayam tersebut), lalu Saya masukkan ke sangkar burung yang lumayan agak besaran.
Untuk berjaga-jaga supaya ayam hutan tersebut tidak kaget dan selalu berontak didalam sangkar tersebut, Saya taruh kandang itu dibelakang rumah dengan tujuan untuk menenangkan sejenak beban pikiran yang membelenggu ayam hutan baruku itu.

Pagi harinya, Saya berniat ingin menengok momongan Saya dengan membawa beras merah kesukaannya. Namun, begitu Saya buka pintu untuk masuk ke kandang umbaran yang juga tempat menyimpan kandang berisi ayam hutan, itu ayam hutan ku langsung nabrak-nabrak jeruji kandang. Dengan tanpa ada firasat apapun, Saya mendekati kandangnya, lalu sambil berfikir untuk memindahkan ayam hutan idaman ku ke kandang yang lebih besar.

Kisaran satu menit kemudian, Saya mendapati tidak terdengar lagi adanya pemberontakan dari ayam hutan itu. Pas Saya cek ke kandang, waw…. Bukan main dah.. ternyata ayam hutan idamanku yang baru saja dibeli sorenya, eh dia malah memilih tinggal dilingkungan lepas…
Saya baru menyadari kepergian ayam hutan hijau idaman ku lepas setelah merenung sejenak “kok ayam hutan ku gak ada ya..?” dan ternyata dia lepas melalui jeruji yang patah atas pemberontakan yang ia lakukan.
Bukan main….
Saya langsung keluar dari kandang umbaran, dan bertanya sama kakak Saya yang kebetulan sedang berada diluar. “Kak, lihat ada yang terbang barusan gak?” Tanya Saya. “apa? Merpati?” jawab kakak. “bukan Kak, itu ayam. Kemana dia terbang?” Tanya Saya lagi. “tuh kearah sana” jawab Kakak lagi. Tanpa pikir panjang lagi, Saya langsung menggunakan jurus kaki seribu untuk mengejar kearah ayam ku terbang.
Alhasil, Saya mengikhlaskan atas terlepasnya ayam hutan hijau idaman yang sudah lama dinanti. Ya mau gimana lagi? Ayam hutannya tidak terkejar dengan jurus teleportasinya. Dalam sekejap saja sudah entah kemana… ternyata jurus langkah seribu yang Saya gunakan, belum mampu untuk mengimbangi jurus-jurus yang dimiliki ayam hutan. Barusan terlihat disemak belukar, tau-tau sudah nangkring diatas pohon, disamperin, eh .. dia malah terbang lagi entah kemana…
Atas kejadian itu, Saya mendapat pelajaran besar dan berharga. Untuk temen-temen yang ingin memiliki ayam hutan, usahakan sediakan dulu untuk kandangnya, yang sekiranya kokoh tapi tidak sampai melukai ayam hutan ketika dia berontak.
Ok deh… sampai sini aja dulu ceritanya ya…
(Jangan ngetawain ya… setelah baca tulisan ini…!)
(Padahal Saya sendiri juga ingin ketawa tapi ada campuran sedihnya juga… gimana dong…???)

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com