Sabtu, 30 November 2013

Perkutut, Sebuah Maha Tanda dari Sang Gaib


Bagi sebagaian orang, khususnya masyarakat Jawa, kukilo atau burung menjadi pelengkap sah mahzab dalam menjadi manusia yang genap. Kukilo wajib hadir menyusul setelah Wismo (tempat tinggal), Wanito (istri), Turonggo (kendaraan), Curigo (ilmu atau pusaka), dan Kukilo. Diantara kukilo atau burung pelihraan yang disukai masyarakat Jawa terdapat  burung perkutut. 

Namun, ketika berbicara perkutut dalam masyarakat Jawa dimana perkutut tersebut menyimpan energi yoni, sebuah energi positif dalam mensuport hal-hal gaib basi si empunya. Dan, memang bukan sebuah rahasia lagi jika perkutut sebagai burung peliharaan disukai banyak orang, karena beberapa kalangan ini menilai memiliki atau memilihara perkutut mampu mendatangkan keberkahan, serta kesuksesan. Meski ini diluar nalar, tapi pengetahuan ini telah hadir sejak nenek moyang kita dan terus turun temurun hingga sekarang.

Tak hanya suara yang bagus dan menawan yang mempengaruhi harga si Perkutut, tapi bentuk tubuh dan warna bulu juga memiliki peran besar dalam melambungkan harga perkutut. Satu hal lagi, kapan waktu perkutut berbunyi juga menjadi pengaruh besar dalam harga. Tapi ingat, ada hal-hal yang bisa menjadi semacam keharusan jika ingin membeli perkutut. Dalam membeli perkutut, tidak boleh menawar lebih dari satu kali, kalau perlu jangan ditawar namun langsung dibayar. Percaya gak percaya, hal ini mampu mempengaruhi kondisi perkutut pada hari berikutnya, ketika berada di tempat kita. Anda juga tidak boleh berpura-pura menawar jika tidak berminat terhadap perkutut. Memang ada peraturan-peraturan yang tidak tertulis mengenai jual beli perkutut katuranggan, karenya jika ingin membeli perkutut untuk peliharaan Anda, maka alangkah lebih baik jika Anda mengajak teman atau saudara yang mengerti betul tentang perkutut.
Kata Katuranggan sebagai tanda sendiri, awalnya berasal dari kata turangga yang artinya kuda. Namun, dapat berasal dari kata katur dan angga. Katur berarti menyampaikan, dan angga berarti badan. Jadi katuranggan adalah pengetahuan yang menyampaikan pengertian tentang bentuk-bentuk badan. Dalam bahasa Belanda, istilah katuranggan dikenal dengan sebutan exterieur (bentuk lahiriah, bagian badan yang tampak dari luar).

Bagi penghobi burung perkutut, katuranggan memegang peranan penting selain bunyi suara dalam burung perkutut, untuk memiliki perkutut untuk anggungan maupun untuk bakalan. Dengan berpegangan lewat pengetahuan katuranggan, orang dapat meramalkan prestasi suara perkutut nantinya. Sehingga ia dapat menimbang, perkutut mana yang pantas dipelihara lebih lanjut dan bisa diharpkan keluar suara emasnya, dan mana yang tidak.

Menurut Purbasasmita yang merupakan seorang empu perkutut dan pengrajin perak di wilayah Kotagede, Yogyakarta, terdapat bagian bentuk badan yang bisa diamati untuk menentukan mutu perkutut, diantaranya yang penting:


  1.      Bentuk kepala dari samping, dan
  2.       Bentuk paruh, badan, dan ekor.


    1.  Bentuk kepala dari samping





  • Perkutut yang bentuk kepalnya NJAMBE NOM (seperti buah jambe atau pinang yang masih muda) diperkirakan mutu suaranya bisa ngepol (maksimal) dan keindahan suaranya itu bisa terus bertahan sampai burung berusia tua.
  • Burung perkutut yang bentuk kepalanya MBETON NONGKO (seperti biji nangka), diperkirakan bunyi suaranya bisa bertahan sampai tua, akan tetapi keindahannya tidak akan dapat mencapai maksimal.
  • Burung perkutut yang bentuk kepalanya NGGOBOG (bundar seperti unag logam) diperkirakan mutu suaranya akan terus meningkat sampai pada usia tengahan atau 3 rambahan (sekitar 24 tahun, karena per rambahan 8 tahun), kemudian akan menurun sesuai dengan umurnya.
  • Burung perkutut yang bentuk kepalanya MBUNGKUL BAWANG (seperti bungkul atau siung umbi bawang putih), diperkirakan mutu suaranya tidak menentu, kadang kadang dapat baik dan mengejutkan, tetapi juga mlempem, tidak ada kemajuan.
  • Burung perkutut yang bentuk kepalanya NAKIR KUWALIK (takir terbalik, takir adalah tempat makanan/sesaji terbuat dari daun pisang berbentuk segi empat), sulit diharapkan suara baiknya.

    2.  Bentuk Paruh, Badan, dan Ekor





  • Burung perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruh NGEPEL (seperti buah kepel/burahol), bentuk badan TUNTUT GEDANG (seperti kuncup bunga pisang) dan bentuk ekor MERUNCING dengan warna garis-garis bulu yang jelas: burung itu bisa diharapkan suara tengahnya (ketek) terdengar jelas dan baik.
  • Bentuk paruh NGGABAH (seperti gabah atau butiran padi), badan NONGKO SAGLUNDUNG (seperti buah nangka) dan ekornya panjang dengan garis-garis bulu yang jelas tapi tumpul, diperkirakan suara tengahnya agak baik.
  • Bentuk paruh MAPAH GEDANG (seperti pelepah pisang), bentuk tubuhnya MBLULUK (seperti pentil atau buah kelapa yang masih muda) dan bentuk ekornya pendek meruncing, diperkirakan suara tengahnya cukup baik.
  • Bentuk paruh NGLOMBOK GEDE (seperti cabai besar), tubuhnya NJAGUNG NGLOBOT (buah jagung yang belum dikupas kulitnya), bentuk ekornya panjang tetapi kurang meruncing (sehingga bulu bertumpuk dan garis garis warnya kurang jelas), diperkirakan suara tengahnya kurang baik.
  • Bentuk paruh NGLOMBOK RAWIT (seperti cabai rawit), tubuhnya WUNGKUL GERANG (seperti batu asahan pisau yang sudah aus bagian tengahnya) dan bentuk ekornya mekar seperti kisas, diperkirakan suara tengahnya kurang sekali, akan tetapi dapat tebal bunyinya.
Dari beberapa literatur jawa ada beberapa jenis perkutut yang membawa berkah kepada pemiliknya, bahkan ada pula yang bikin sial bagi pemeliharanya. Oleh karenanya jangan sembarangan jika Anda ingin memelihara burung ini, sebaiknya simak katuranggan dibawah ini :

  • KUKU JARI KEDUANYA DAN IBU JARI KEDUANYA BERWARNA PUTIH NAMANYA: Srimangepel, cocok jadi peliharaan petani karena dipercaya rejeki dari pertaniannya akan melimpah
  •  PARUH DAN KAKINYA AGAK HITAM, namanya: Wisnuwicitra, yang memelihara , akan rahayu, selamat dari berbagai cobaan.
  • PARUH DAN KAKINYA PUTIH , namanya Kusumawecitra, yang memelihara akan banyak rejeki dan gampang mencari hubungan kerja.
  •  JUMLAH BULU EKORNYA 15 , namanya: Pandawamijil, yang memelihara akan jadi orang terhormat, punya pangkat.
  •  MATANYA MERAH BERSINAR BERGOYANG: Purnama sidi ,yang memelihara disenangi banyak orang, gampang bergaul.
  • SELURUH TUBUHNYA BERWARNA PUTIH, yang memelihara pasti jadi ketua ( kepala desa , camat, bupati , dll.)
  • JIKA PAGI BERBUNYI BERSAMAAN DENGAN TERBITNYA MATAHARI, namanya : Gedong menga, yang memelihara banyak memperoleh rezeki, dan punya emas dan perak yang banyak.
  • WARNANYA AGAK KUNING DAN WARNA SEPERTI KALUNG DI LEHER, namanya : Udan mas, baik, di pemelihara akan mendapat apa yang diinginkan dan memperoleh keselamatan, rejekinya lancar terus.
  • MATANYA KUNING, bersinar. namanya : Mercujiwa, yang memelihara disenangi orang, mendatangkan rejeki, dan gampang mencari pekerjaan.

Jadi, tak ada salahnya melengkapi kehidupan kita dengan burung perkutut yang memberi tanda serta yoni yang positif. Tentukan pilihan, mantapkan hati dan jiwa, pilih perkutut yang menurut Anda memberi aura positif dalam kehidupan Anda.

Sumber:
Sarwono, B; PERKUTUT; Jakarta: Penebar Swadaya, 2000
Info-perkutut.com

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com